Tracking Online & Offline Campaign
Posted in Business Tips on January 13st, 2009 | No Comments
Melakukan pelacakan (tracking) terhadap campaign yang dilakukan secara online ataupun offline sebenarnya sama saja, tergantung bagaimana kita “meletakkan” kode tracking.
Melakukan tracking terhadap online campaign relatif lebih mudah karena kita bisa memantaunya melalui web statistik, atau dengan menambahkan kode-kode tertentu pada URL, atau submission form. Membedakan landing page (dan menambahkan aplikasi tracking ke dalamnya) juga dapat membantu dalam melacak seberapa efektif kita melakukan online campaign.
Untuk melacak offline campaign, bisa digunakan metode yang sama dengan online campaign tetapi tentu disesuaikan dengan keadaan, terutama dengan media yang digunakan sebagai offline campaign-nya.
Jika Anda mempunyai toko online dan ingin mempromosikannya melalui media majalah atau koran, cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan kupon (berupa kode) yang bisa dimanfaatkan untuk memperoleh diskon khusus dalam jangka waktu tertentu. Jika ada pembeli menggunakan kupon ini untuk berbelanja, maka Anda bisa membuat konversi atas campaign terhadap penjualan.
Jika Anda ingin pasang lowongan kerja di berbagai media (online ataupun offline), gunakan kode posisi yang berbeda-beda untuk setiap media. Pemasang iklan di situs lowongan kerja di Solo, biasanya saya suggest untuk menambahkan akhiran DSL untuk setiap posisi. Misal kode untuk Programmer adalah PRO, maka jika memasang iklan di situs yang saya kelola, kodenya menjadi: PRO-DSL, yang wajib dicantumkan oleh pelamar kerja.
Metode-metode di atas dapat dikembangkan lagi sehingga dapat memberikan hasil yang lebih akurat untuk mengukur efektifitas campaign Anda.
Nah, mungkin Anda punya metode sendiri dalam melacak campaign Anda. Silahkan dibagi ya.
Popularity: 26% [?]



